SELERA ASAL #BUKITTINGGI #GULAI ITIAK LADO HIJAU

Posted: November 3, 2011 in SELERA ASAL

Sumatera Barat adalah propinsi tujuan saya kali ini. Meskipun terletak di pulau yang sama dengan kampung halaman saya, Sumatera, namun ini merupakan pengalaman pertama saya mengunjungi ranah Bundo Kanduang.

Bukittinggi. Ya, daerah beriklim sejuk ini tak hanya dikenal dengan dengan tatanan kehidupan yang masih bertahan selama berabad – abad, tapi juga terkenal  dengan keelokan alam yang dilingkungi oleh gunung – gunung dengan nagari tradisional yang memanjakan segala panca indera. Terlebih masakan Padang yang memiliki cita rasa khas dan spesifik. Tentu tak salah, bila saya ingin menggali lebih dalam kuliner Minangkabau. Gulai Itiak Lado Hijau. Atau dalam bahasa Indonesianya berarti Gulai Itik Cabe Hijau. Dari namanya saja sudah bisa saya membayangkan kelezatan menu berbahan dasar itik ini. Saya pun menuju ke tempat Uni yang memang terkenal berternak itik untuk dijual. Dari hasil ngobrol saya bersama Uni, ternyata saya baru tau, untuk rasa yang lebih istimewa, itik yang digunakan haruslah itik muda jantan yang berkepala hijau.  Selain rasanya lebih lezat, daging itik jenis ini lebih empuk saat dimakan.

Tak berbeda dengan masakan Minang lainnya, kuliner gurih nan pedas ini pun mengedepankan bahan – bahan yang bercita rasa kuat. Nah berikut ini adalah bahan – bahan yang digunakan untuk membuat kuliner khas Sianok ini :

  • Cabe Hijau
  • Bawang Merah
  • Bawang Putih
  • Sepade / Jahe
  • Lengkueh / Lengkuas
  • Batang sereh
  • Daun kunyit
  • Daun jeruk
  • Damar / Kemiri
  • Garam
  • Minyak Goreng

Setelah itik dibersihkan dari bulu dan dipanggang, ternyata masyarakat Sianok punya trik tersendiri untuk dapat membuat itik lebih bersih. Itik dicuci menggunakan sabun pencuci piring dibawah kucuran air mengalir. Hal ini bertujuan agar bulu – bulu yang masih menempel dapat terlepas. Dan tentu saja menghilangkan warna hitam bekas pemanggangan. Dengan menggunakan tungku yang masih sangat tradisional, itik muda pun mulai diolah.

Proses selanjutnya adalah menghaluskan bahan – bahan. Setelah semua bahan halus, berikutnya adalah saatnya menumis. Bumbu ditumis diatas api sedang dengan minyak secukupnya. Setelah bumbu matang, saatnya itik yang sudah bersih dan dipotong – potong tadi, dimasukkan kedalam tumisan bumbu. Selanjutnya diamkan selama kurang lebih 30 menit agar bumbu meresap, daging itik empuk dan mengeluarkan minyak.

Dan inilah saat yang sudah saya tunggu – tunggu. Menikmati Gulai Itiak Lado Hijau di pondokan dengan pemandangan hijau di sejauh mata memandang. Setiap gigitan sangat saya nikmati. Karena di setiap gigitan itu, saya bisa merasakan rasa istimewa dari menu asli masyarakat Sianok.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s