SELERA ASAL #BUKITTINGGI #DADIAH

Posted: November 3, 2011 in SELERA ASAL

Berada di bagian Barat pulau Sumatera ini memang seolah tak pernah berhenti menggoda selera saya. Jauh – jauh hari sebelum kedatangan saya, saya sudah menyiapkan beberapa “MUST-EAT-ITEM” sebagai modal perjalanan. Tentu saja tak hanya kulinernya yang saya eksplor. Pemandangan dan aktivitas sosial pun tak luput dari perhatian saya. Yaa, kearifan lokal memang bak magnet yang mampu menarik hati siapa saja yang berkunjung. Termasuk saya.

Hari ini saya kembali siap mengarungi penjelajahan rasa dan karsa. Saya ingin mengetahui lebih dalam mengenai satu penganan khas masyarakat Sumatera Barat yang sangat kaya protein nabati. Namanya Dadiah. Yaa, kuliner yang satu ini memang cukup unik. Berasal dari fermentasi susu kerbau. Dan tentu saja, selain kaya akan vitamin, Dadiah menghasilkan asam laktat, yang berperan dalam protein susu untuk menghasilkan tekstur seperti gel dan bau yang unik pada yoghurt. Yoghurt  dapat menghasilkan prebiotik yang berguna bagi pencernaan, sistem kekebalan tubuh, dan banyak manfaat lainnya.

Dibutuhkan sedikit ketrampilan khusus untuk memerah kerbau. Dan apabila susu kerbau yang keluar mulai keluar sedikit, cukup memancingnya dengan menyuruh anak kerbau menyusu di puting sang Ibu. Air susu kerbau sang Ibu pun kembali akan banyak keluar. Menarik ya.

Setelah berhasil memerah susu kerbau, sekarang saatnya memfermentasikan susu kerbau ke dalam sebuah wadah yang terbuat dari bambu segar. Yaa, proses fermentasi ini memakan waktu 1- 2 hari.

Caranya adalah susu kerbau tadi langsung dimasukkan ke dalam tabung bambu, dan selanjutnya ditutup dengan menggunakan daun pisang. Lalu tinggal didiamkan. Dan hasilnya, hasil fermentasi susu kerbau akan berbentuk seperti tofu. Wah, saya penasaran sekali ingin mencoba rasanya.

Dan ternyata masyarakat Minang punya cara tersendiri dalam mengkonsumsi Dadiah. Bawang merah mentah diiris dan ditumbuk kasar bersama cabai dan garam. Dan untuk menyempurnakan kelezatan rasa, terong yang dikukus bersama nasi pun menjadi teman makan Dadiah.

Rasanya….. Hmmm luar biasa nikmat. Cita rasa gurih dari Dadiah yang dicampur dengan irisan bawang merah, garam dan cabai, dicampur dengan terong kukus mampu memberikan suatu kolaborasi yang sempurna untuk lidah. Istimewa.

Ternyata… Tak hanya Dadiah dalam balutan olahan yang disantap bersama sepiring nasi panas, cabai giling dan terong kukus. Masyarakat Bukittinggi pun punya cara lain dalam menikmati Dadiah.

Berlokasi di Los Lambuang, Bukittinggi inilah saya menemukan Ampyang Dadiah. Atau dalam bahasa Indonesianya berarti Emping Dadiah. Dengan mengusung kata Ampyang atau Emping, namun anda tidak akan menemukan emping dalam wujud emping seperti yang sering kita jumpai dalam semangkuk Dadiah ini. Emping ini digunakan untuk menamakan “Oat” atau jenis sereal yang terbuat dari melinjo yang ditumbuk, yang menjadi bahan utama dalam sajian Ampyang Dadiah. Dan uniknya lagi, inilah wajah lain dari kuliner masyarakat Sumatera Barat yang identik dengan rasa gurih, pedas dan asin. Ampyang Dadiah adalah jenis kudapan yang bercita rasa manis nan legit.

Bahan – bahan yang digunakan sebagai campuran untuk membuat Ampyang Dadiah antara lain :

Oat yang terbuat dari melinjo yang ditumbuk

Kelapa Parut

Gula Jawa Cair

Santan

Dadiah

Selanjutnya semua bahan diatas dicampurkan kedalam sebuah mangkuk, dan siap dinikmati.

Dari melihat tampilannya saja, saya yakin, saya tak perlu menggambarkan bagaimana lezatnya Ampyang Dadiah ini. Super Istimewa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s