SELERA ASAL #BROMO #NASI MENIR, KULUB SEMEN & DAUN KETUBAR, LEMPU, IKAN ASIN BAKAR, SAMBAL TERASI TOMAT

Posted: August 26, 2011 in SELERA ASAL

Lebih dari sepekan lamanya saya sudah berada di Bromo. Hawa dingin seolah sudah menjadi teman. Hembusan angin berlapis debu tipis seakan semakin memberatkan  saya untuk meninggalkan alam indah ini. Senyum ceria dan tangan hangat warga yang selalu terbuka seraya membisikkan “you’re at home”. Saya benar – benar jatuh cinta.

Mentari pagi baru saja menunjukkan sinarnya. Pagi itu saya berniat ingin menikmati aktivitas masyarakat Tengger, khususnya di Desa Wonotoro. Tujuan saya kali ini adalah, pasar. Pasar. Secara harfiah sempit diartikan sebagai tempat terjadinya transaksi jual beli.  Atau definisi pasar secara luas menurut W.J. Stanton adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan, uang untuk belanja serta kemauan untuk membelanjakannya. (sumber : organisasi.org).

Begitupun yang terjadi di pasar sederhana Desa Wonotoro ini. Terletak di tengah – tengah ladang yang terbentang. Melewati tanjakan dan turunan berbatu kasar. Tak perlu membutuhkan waktu yang terlalu lama untuk mencapai pasar ini. Aktivitas pasar sangat terasa. Ada peladang yang sedang beristirahat pasca mengantarkan hasil panen ke pasar. Ada mobil pick up yang bergantian menaikkan hasil panen ke bak mobilnya.

Berbekal menumpang di bak mobil sayur yang membawa hasil panen ke pasar induk. saya melanjutkan perjalanan untuk ke ladang Jagung Pak Mistin. Matahari semakin tinggi. Namun tak mengurangi semangat saya untuk terus mengeksplor kekayaan Desa Wonotoro.

Ladang jagung kuning yang terhampar di depan mata saya memang begitu luas. Rupanya alam telah bekerja membantu memenuhi asupan masyarakat. Tak hanya jagung kuning, saya dan Pak Mistin juga berencana akan memetik semen serta daun ketubar yang akan dimasak dengan cara di-kulub.

Semen, berasal dari kata “persemaian” ini merupakan daun yang diambil dari sawi hijau yang baru tumbuh. Semen merupakan salah satu kulub-an kegemaran masyarakat Tengger.  Semen atau kerap disebut kiciwis ini juga sangat cocok dikonsumsi dengan nasi jagung. Selain semen, ada juga daun ketubar. Daun berbentuk lebih kecil dibanding semen ini pun tak kalah lezat dan menjadi favorit masyarakat Tengger. Disamping daun ketubar ini memiliki khasiat untuk menghancurkan penyakit kencing batu bila dikonsumsi rutin. Oleh karena itu daun ini kerap disebut daun gempur batu.

 Setelah memetik jagung, semen dan daun ketubar, kami segera menuju ke rumah Pak Mistin. Saat – saat yang tak kalah saya tunggu – tunggu pun segera tiba. Memasak makanan khas Bromo yang istimewa. Sederet menu telah disiapkan untuk dimasak pada hari itu. Antara lain : Nasi Menir, Kulub Semen dan daun ketubar, Lempu, ikan asin sisik bakar, tahu, tempe, dan yang tak ketinggalan sambal terasi tomat.

Menir adalah salah satu olahan jagung kuning. Berbentuk lebih kasar dibanding jagung untuk membuat nasi aron. Jagung kuning tidak perlu direndam, dan cukup dihancurkan kasar. Proses memasak “beras menir” ini cukup dikukus bersama dengan beras padi sampai matang. Ketika sudah mulai melunak, tambahkan air sedikit demi sedikit agar keempukan nasi menir lebih maksimal.

Sambil menunggu nasi menir matang, saya dan Bu Mistin menyiapkan menu pelengkap lainnya. Meng-kulub semen dan daun ketubar, membakar ikan asin bersama bara api tungku masak, menggoreng tahu tempe, membuat sambal terasi tomat, dan tak lupa membuat lempu atau lentho.

Lempu atau lentho ini adalah olahan lain jagung. Berbentuk akhir seperti pepes. Adapun bahan – bahan untuk membuatnya cukup sederhana, yaitu :

  • Jagung kuning yang sudah dipipil
  • Bawang putih
  • Cabe secukupnya
  • Daun pisang untuk pembungkus

Cara membuatnya adalah kesemua bahan digiling jadi satu. Setelah semuanya bercampur, adonan dibungkus ke dalam daun pisang yang sudah disiapkan. Setelah itu direbus selama kurang lebih 15 menit, Lempu khas Tengger pun siap disajikan.

Akhirnya semua olahan telah siap untuk kami santap. Tak sabar saya ingin merasakan sajian istimewa tersebut. Tak hanya makanan lezat, namun juga balutan kahangatan keluarga Tengger. Semakin meyakinkan saya untuk mengucapkan ISTIMEWA.

Allah maha baik. Memberikan arah. Menunjukkan jalan. Menemui keluargaku. Keluargaku di Bromo. Suatu hari aku akan kembali. Menemui saudaraku. Keindahan alam Bromo, dalam dekapan kabut yang tak kuasa menahan setiap hati untuk berlabuh disana.

Advertisements
Comments
  1. Deff says:

    wow sungguh menarik ulasan salah satu desa di bromo beserta makanan khasnya..
    ternyata sungguh besar dan kaya Indonesia ini
    tulisan dan bahasannya sunguh menarik
    semoga dgn bgini bisa sambil melestarikan budaya dan makanan khas Indonesia
    kalau bukan kita, siapa lagi 🙂

  2. Deff says:

    baru saja saya menyimak liputan Manten Agung Kraton Jogja di tvOne…
    tertarik sama “Bir Jawa” nya, sprtinya sangat simpel dan mudah dibuat dirumah
    smpe pake cengkeh segala, jd makin penasaran sm rasanya
    kalo boleh mhn share lg resep nya, soalnya tadi tidak sempat nyatet bahan2nya dan cara pembuatannya 😀

  3. Deff says:

    baru saja saya menyimak liputan Manten Agung Kraton Jogja di tvOne…
    tertarik sama “Bir Jawa” nya, sprtinya sangat simpel dan mudah dibuat dirumah
    smpe pake cengkeh segala, jd makin penasaran sm rasanya
    kalo boleh mhn share lg resep nya, soalnya tadi tidak sempat nyatet bahan2nya dan cara pembuatannya :D.

  4. MakanMasak says:

    wah memang kalo makan di rumah penduduk gini, ikutan masak lebih enak

  5. Bromo Tanjung Pondok Tani
    Memperkenalkan ” Kawasan Tengger-Bromo” dari segala aspek, menginap di pondok tani tanjung-tosari, cukup membayar dng sukarela “tanpa tarif” (khusus untuk rombongan)
    * rute: pasuruan-warungdowo-ranggeh-pasrepan-puspo-tanjung (BTPT) KM 99 (Baledono-Tosari)
    @.kamar los + 2 km mandi luar, dapur, teras serba guna, kapst: 8 s/d 16 orang, cukup memasukkan dana “sukarela” ke kotak dana perawatan pondok pertanian.
    @.kamar utama + km mandi dalam + perapian, kapst: 4 s/d 6 orang. Rp.150.000,- /malam
    # untuk informasi hub per sms/tlp: 081249244733 – 085608326673 ( Elie – Sulis ) 081553258296 (Dudick).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s