SELERA ASAL #BROMO #JAMU KETIREM & KENTANG BAKAR

Posted: August 24, 2011 in SELERA ASAL

Mengeksplorasi keindahan alam Bromo seakan tak ada habisnya. Mulai dari segala aktivitas ritual kepercayaan masyarakat Tengger, sampai dengan hidangan khas yang merupakan peninggalan leluhur. Semua seolah menyatu menjadi satu harmonisasi seluruh panca indera bagi yang berkunjung kesana.

Berbekal referensi dari buku, internet dan kerabat yang pernah mengunjungi Bromo, hari ini saya ingin lebih dalam mengenal Tengger. Suasana sakral masih bisa saya rasakan ketika mengunjungi lautan pasir yang merupakan daya tarik Gunung Bromo yang istimewa. Membentang luas serta mengepulkan asap putih mengelilingi kawah Bromo. Menurut masyarakat setempat, sejarah terbentuknya Gunung Bromo dan gunung-gunung yang ada di sekitarnya berawal dari keberadaan Gunung Tengger (4.000 mdpl) yang merupakan gunung terbesar dan tertinggi saat itu. Kemudian terjadi letusan dahsyat yang menciptakan kaldera dengan ukuran diameter lebih dari 8 kilometer. Material vulkanik letusan gunung sekarang berubah menjadi lautan pasir, konon material tersebut pernah tertutup oleh air. Aktivitas vulkanik dengan munculnya lorong magma mengakibatkan terbentuknya gunung-gunung baru seperti Gunung Bromo, Gunung Widodaren, Gunung Batok, Gunung Watangan, Gunung Kursi dan Gunung Semeru.

Perjalanan saya lanjutkan menuju ladang, dimana mayoritas mata pencaharian masyarakat Tengger adalah bertani di ladang. Pemandangan indah seolah tak mampu menyiratkan setitik lara yang pernah menghinggapi Tengger. Ya, debu vulkanik yang seyogyanya menuai kesedihan, kini bagaikan menjadi sahabat baru bagi masyarakat Tengger.

Langkah dari kaki – kaki tua namun kuat, punggung yang membungkuk akibat membawa kayu bakar ataupun sekadar makanan sapi, sampai dengan sarung yang menjadi pemberi hangat di tubuh – tubuh itu, menjadi pemandangan yang banyak saya jumpai. Sehari – hari peladang ini memang berjalan kaki menuju ladang mereka. Jalanan yang sarat dengan tanjakan dan turunan, berbatu besar dan kering menjadi konsumsi mereka setiap hari. Namun tak sedikitpun rona sedih terpancar dari rautnya. Hampir semua orang yang berpapasan dengan saya memberikan senyuman dan bertanya “mau kemana?”. Saya jatuh cinta dengan desa ini.

Hingga akhirnya sampailah saya pada sebuah ladang kentang yang sedang dipanen. Yaa, kentang memang merupakan salah satu hasil bumi yang banyak dijumpai disini. Pak Artomo, Mas Adi dan Mba Weni yang dengan begitu hangatnya menerima saya dengan tangan terbuka. Mempersilahkan saya melihat panen kentang yang sedang mereka kerjakan. Setelah panen kentang, saya diajak ke perapian di dapur pondokan mereka. Dan disanalah dengan sigap mereka membakarkan kentang yang baru saja dipanen. Yang cukup unik disini, mereka membakar kentang dengan cara ditanam dalam bara api. Hmmm…

Sambil menunggu kentang bakar matang, Pak Artomo mengajak saya memetik beberapa bahan untuk dibuatkan minuman kesehatan. Kami segera menuju kebun yang banyak ditumbuhi tanaman liar. Ada Binahong, Pahotan (akar pakis) dan Ketirem. Kesemua bahan tersebut rasanya pahit. Namun memang memiliki khasiat kesehatan seperti menghilangkan pegal – pegal, menambah stamina dan menghilangkan perut kembung.

Cara membuat minuman kesehatan alias jamu ini sederhana saja. Semua bahan cukup direbus ke dalam air. Setelah air mendidih, air ramuan ini dapat dikonsumsi. Dan benar saja rasanya memang pahit dan getir. Saya cukup meringis dibuatnya. Tapi demi khasiat kesehatan yang akan saya dapatkan, saya habiskan jamu ketirem itu. Apalagi untuk menetralisir lidah, kentang bakar yang tadi sudah dipendam dalam bara api, sudah matang. Tidak hanya kentang bakar, Pak Artomo rupanya telah menyiapkan teman makan kentang bakar. Sambal Krangean.

Krangean adalah salah satu bahan masakan, berbentuk bola – bola kecil, berwarna hijau kehitaman. Rasanya kebas dan sedikit pahit. Hmmm… Saya jadi teringat “empan” yang berasal dari Aceh.

Namun ketika Krangean ini dibuat sambal, rasanya menjadi luar biasa, Istimewa. Nikmat dan cocok sekali dikonsumsi daerah dingin seperti ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s